MENGHILANGKAN PRAGMATISME AKTIVIS KAMPUS

21 04 2009

By Immawati miedah

Menjadi aktivis kampus adalah sebuah kebanggaan bagi sebagian mahasiswa yang berjiwa organisatoris. Karena aktivis kampus merupakan strata tertinggi dibilangan civitas akademika. Birokrasi kampus akan memandang tinggi begitu juga dengan teman sejawat mahasiswa yang berorientasi kuliah (SO), kuliah pulang- kuliah pulang ( kupu- kupu ), ataupun kuliah senang- senang 9 kunang- kunang ). Karena daalm persepsi mereka aktifis kampus adalah sesosok mahasiswa yang serba bias terutama dalam manajerial waktu dan emosi.

Tapi tidak jarang juga mereka yang antipati dengan yang namanya aktivis. Karena daalm kaca mata mereka sudah terhegomoni dengan fenomena mahasiswa abadi bagi kalangan aktivis.itulah sebabnya timbul istilah mahasiswa SO, suatu koloni yang terbentuk dari kontradiksi pergerakan mahasiswa, padahal pemikiran seperti itu adalah pemikiran kolot yang hanya melihat dari satu sisi suatu keputusan. Kenapa suatu keputusan, Karena menjadi siapapun dan mahasiswa apapun adalah suatu keputusan bikan suatu kebetulan atau ketentuan terlepas dari ranah religi.
Begitu juga dengan mahasiswa yang memutuskan untuk melibatkan diri dalam sebuah organisasi atau pergerakan. Perlu di track record niat mereka ketika keputusan untuk bergabung dengan komunitas “ orang- orang gila “ itu diambil. Jangan- jangan mereka hanya ingin disebut aktivis dan hanya NB alias numpang bokong disuatu pergerakan, mereka berpikiran bahwa akan banyak goal yang bias dicapai ketika mahasiswa bertitel aktivis. Doktrinasi ideologi suatu pergerakan kurang tertanam di hati mereka sehingga banyak pergerakan atau organisasi yang kehilangan arah pergerakan karena rapuhnya idealis para kader, Inilah yang menjadi manifestasi kebobrokan organisasi yang atnpa disadari telah mengontaminasi kader- kader IMM Gresik.
Kurang ketatnya penyeleksian perkaderan menjadi penyokong utama adanya sikap pragmatis, terutama bagi kalangan immawati. Kemudahan mengakses informasi dari immawan, menumbuhkan rasa manja bagi immawati sehingga mereka tidak terbiasa mencari sendiri apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh kader- kader immawati serta membuat mereka terus berada dalam bayang- bayang dan komando tanpa adanya jedah sekedar beraktualisasi.
Kalau sudah begini paparanya, mau dibawa kemana arah pergerakan immawati gresik. Apakah selamanya immawati gresik terus berada dibawah baying- baying immawan, sehingga ketimpangan yang terjadi baik segi religius, intelektual dan humanis semakin melebar dan tidak bisa disatukan lagi. Ataukah IMM gresik sudah tidak butuh lagi kader immawati sehingga sampai saat ini belum ada perbaikan- perbaikan serius untuk meretas ketimpangan yang jelas terlihat secara kasat mata.
Tapi perlu diingat kawan- kawan, bahwa sesukses apapun kaum adam pasti ada kaum hawa dibalik kesuksesan itu yang selalu memberikan motivasi dan dorongan abik secara moril ataupun spiritual. Jadi, bangkitlah saudariku immawati, keluarkan apa yang ada dalam benakmu, katakana apa yang menjadi keluh kesahmu, dan lakukan apa yang yang bisa kamu lakukan. Hilangkanlah pemikiran- pemikiran pragmatis aktivisme, karena keputusan menjadi aktivis immawati bukanlah perkara mudah, apalagi dalam mewujudkan semboyan Unggul dalam intelektual Anggun dalam moral dan Santun dalam bergerak. Disini pengorbanan dan keikhlasan adalah kunci kejayaan. Mari bersama kita jayakan IMM Gresik, karena IMM adalah milik kamu immawam dan immawati!!!!!!!


Tindakan

Information

Tinggalkan komentar