By fitriyah ningsih
Hemm… tanggal 21 april…!?! sapa sich yang nggak tahu…
tanggal 21 april bagi wanita indonesia adalah hari khusus untuk memperingati perjuangan RA Kartini. beliau adalah seorang putri indonesia yang sangat berjasa pada kaum wanita khususnya di indonesia.
kartini besar dan belajar di lingkungan adat istiadat serta tata cara ningrat jawa dan feodalisme. ia hanya bergaul dengan orang-orang belanda atau orang-orang yang terhormat dan tidak boleh bergaul dengan rakyat kebanyakan.akan tetapi kartini tidak menyukai lingkungan yang demikian. kartini mendobrak adat keningratan, karena menurutnya setiap manusia sederajat dan mereka berhak untuk mendapatkan perlakuan yang sama. hal itu beliau lakukan pada masa dimana seseorang diukur dengan darah keningratan. semakin biru darah ningratnya semakin tinggi kedudukannya.
kartini berupaya untuk memajukan kaum wanita dimasanya (masa penjajahan ). pada saat itu wanita tidak mendapatkan hak pendidikan yang sama dengan laki-laki. mereka seolah di nomer duakan, bahkan hal itu belaku dalam segala aspek kehidupan.
maksud perjuangan RA kartini ini tidaklah berarti untuk menyaingi laki-laki, namun memberi kontribusi bagi perbaikan masyarakat.
di era sekarang perjuangan kartini, kini telah banyak disalah artikan oleh wanita-wanita indonesia, dan telah di manfaatkan oleh pejuang feminisme untuk menipu para wanita, agar mereka beranggapan bahwa perjuangan feminisme memiliki akar dinegrinya sendiri, yaitu perjuangan kartini. sehingga, muncul persepsi bahwa kebangkitan wanita perlu dilakukan dan di tingkatkan dengan menggunakan nama kartini. namu sayang, perjuangan wanita indonesia kebanyakan telah menyimpang dari perjuangan kartini, mereka berusaha menyaingi laki-laki dalam berbagai hal, yang kadangkala sampai diluar batas kodrat mereka sebagai wanita. tanpa mereka sadari, wanita-wanita indonesia telah diarahkan kepada perjuangan feminisme dengan membawa ide-ide kapitalisme-sosialisme, yang pada akhirnya menerjerumuskan wanita-wanita itu sendiri, bahkan membawa kehancuran bagi masyarakat dan negara. hal ini disebabkan, mereka meninggalkan tugas utama sebagai ummun wa robbatul bait ( ibu dan pengatur rumah tangga) dan posisi mereka sebagai muslimah yang harus terikat dengan hukum-hukum syara’. mereka telah terbelenggu kepada perjuangan yang bersifat individual dan semata-mata mendapatkan kemaslahatan.
hemm…. terus bagaimana dengan kita para imawati?!?!
apakah kita juga salah menartikan emansipasi seperti masyarakat pada umumnya.
disinalah tugas kitasebagai IKATAN MAHAISWA MUHAMMADIYAH untuk meluruskan pemahaman masyarakat akan peran wanita ( khususnya wanita) dalam usaha mengembalikan kehidupan yang hakiki yang di dasarkan kepada islam sebagai agama yang sempurna dan paripurna. perjuangan muslimah untuk kebangkitan ummat yang hakiki tidak bisa dilepaskan dari perjuangan dengan laki-laki. karena untuk mewujudkan masyarakat islam, dimana di dalam masyarakat itu sendiri dari laki-laki dan perempuan mengharuskannya berjuang bersama-sama, tidak terpisah-pisah dan bersaing satu sama lain.
kita mempunyai tugas besar untuk melanjutukan perjuangan RA kartini. banyak hal yang dapat kita lakukan bersama-sama melalui wadah IMM. kita bisa lebih berperan aktif melakukan bakti sosial pada masyarakat khususnya masalah yang berbau dengan wanita.semisal terjun langsung di masyarakat dalam hal mengenai kesehatan anak di posyandu. mengadakan dialog interaktif dengan mendatangkan penyaji yang sudah bekompeten di bidangnya, semisal bahaya aborsi yang kita tau bahwa aborsi sudah nggak asing lagi dilakukan para wanita indonesia terlebih para kaum remaja.
selain itu sering mngadakankajian-kajian keputrian dengan mendatangkan ustadzah semisal untuk membahas masalah haid, nifas, kehamilan dan sebagainya yang perlu kita ketahui dan biasanya dinggap remeh oleh teman-teman imawati.
selain terjun langsung di masyarakat dan mengadakan kajian keputrian, kita juga dapat melakukan keterampilan-keterampilan semisal memasak, membuat kue, menjahit, membuat aneka kerjianan dsb yang nantinya semua itu menjadi bekal para imawati untuk memperkaya skill kita dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang dapat kita lakukan yang insya allah kegiatan-kegiatan seperti itu akan bermanfaat besar bagi kita kelak.
untuk itu di perlukan adanya kerjasama dan peran aktif pada semua pihak. karena tanpa itu semua, kegiatan tersebut tidak akan berjalan dengan efektif.
pada kesempatan ini juga, saya ingin mengajak pada semuanya baik imawan maupun imawati untuk terus membawa nama baek IMM agar selalu berkiprah dan berkarya. tentunya semua itu harus sesuai dengan TRI KOMPETENSI DASAR IMM yang merupakan pedoman IMM untuk melangkah dimana yang kita tahu RELIGIUS merupakan tingkatan yang paling atas, yang kedua INTELEKTUALITAS dan yang ketiga HUMANITAS.
mari kita satukan langkah, kuatkan barisan untuk mewujudkan IMM yang berjaya, IMM yang berakhlaqul karimah sesuai dengan semboyannya ” FASTABIQUL KHOIROT ” yang artinya berlomba-lomba dalam kebaikan dan seberani lambang warnanya.
JAYALAH SELALU IMM KU…..